Showing posts with label Peristiwa. Show all posts
Showing posts with label Peristiwa. Show all posts

Kecelakaan Ponorogo yang menimpa Bus Restu terjadi di Kecamatan Jenangan, Ponorogo.

Kecelakaan Ponorogo yang menimpa Bus Restu terjadi di Kecamatan Jenangan, Ponorogo.

Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Selo Aji tepatnya di Dusun Gambiran, Desa Nguprit, Kecamatan Jenangan, Sabtu (13/8/2016) sekitar pukul 05.00 WIB. Kecelakaan lalu lintas itu menimpa bus Restu berpelat nomor N 7041 UH jurusan Ponorogo-Surabaya.
Kasubbag Humas Polres Ponorogo, AKP Harijadi, mengatakan laka lantas tunggal menimpa bus Restu terjadi di Desa Nguprit, Jenangan. Bus yang dikenal sebagai Restu Panda itu terguling di sisi utara jalan yang lebih rendah ke persawahan. Dalam kecelakaan itu tidak ada korban jiwa.
Harijadi menyampaikan bus tersebut membawa lima orang penumpang. Dan tidak ada korban yang luka-luka akibat kecelakaan tersebut.
Tidak ada yang mengetahui kronologis secara pasti kecelakaan lalu lintas ini. Menurut keterangan sopir bus, saat itu bus dikemudikan kernet bus bernama Joko. Saat itu, sopir bus sedang tidur di bus.
“Kalau keterangan dari sopir bus, saat itu bus dikemudikan kernet dan sopir sedang istirahat. Dan pada saat hendak berangkat, biasanya sopir dibangunkan. Bus dikemudikan kernet dan tahu-tahu sudah terguling,” kata dia kepada Madiunpos.com, Minggu (14/8/2016).
Harijadi menyampaikan kalau keterangan dari saksi mata saat itu bus hendak menghindari kendaraan lain dan terlalu menepi hingga membuat bus terguling. Kernet yang mengemudikan bus itu merupakan warga Caruban, Kabupaten Madiun. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan penyebab bus itu kecelakaan.

 source;madiunpos

Mobil Rombongan Pemudik Terjun Bebas ke Jurang Sawoo Ponorogo

Mobil Rombongan Pemudik Terjun Bebas ke Jurang Sawoo Ponorogo

Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di jalur Ponorogo-Trenggalek atau tepatnya di Dusun Trincing, Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, Minggu (3/7/2016). Kecelakaan lalu lintas tunggal ini menimpa rombongan pemudik yang berjumlah 10 orang dengan naik mobil jenis SUV yang akan menuju ke kampung halamannya di Trenggalek.
Mobil tersebut nyelonong dan menerobos pembatas jalan hingga terjun bebas di jurang yang memiliki ketinggian sekitar lima meter dari jalan raya. Rombongan keluarga asal Ponorogo itu berencana pulang kampung ke Trenggalek.
Sopir mobil itu, Supardi, 61, mengatakan saat menyetir mobil yang berisi 10 orang tersebut dirinya merasa lelah dan mengantuk. Namun, dirinya nekat untuk mengendarai mobil bersama keluarga untuk pulang ke Trenggalek.
“Saya memang saat mengemudi mobil dalam kondisi capek dan mengantuk, tetapi saya paksakan. Sebelumnya saya habis menjemput keluarga yang datang dari luar kota,” kata dia yang dikutip Madiunpos.com dari laman tribratanewsjatim.com, Senin (4/7/2016).
Seorang penumpang mobil itu, Bintang, 17, mengatakan peristiwa kecelakaan lalu lintas itu sangat cepat. Saat kecelakaan terjadi, dia dalam kondisi tertidur dan saat bangun telah berada di jurang.
Kasubbag Humas Polres Ponorogo, AKP Harijadi, mengatakan kecelakaan lalu lintas tunggal yang terjadi di jalur Ponorogo-Trenggalek tidak ada korban jiwa. Namun, tiga orang dari 10 orang penumpang mobil jenis SUV itu mengalami luka-luka di sejumlah bagian tubuhnya.
“Kemudian mereka semua dilarikan ke RSUD dr. Harjono Ponorogo untuk mendapat perawatan, mereka juga trauma atas kecelakaan tersebut,” ujar dia.

Source;madiunpos

Hanya Dalam Satu Jam, Uang Baru Sebanyak Rp 740 Juta Berpindah Tangan Dialon-alon Ponorogo

Hanya Dalam Satu Jam, Uang Baru Sebanyak Rp 740 Juta Berpindah Tangan Dialon-alon Ponorogo

Hanya dalam satu jam, uang baru sebanyak Rp 740 juta berpindah tangan. Warga rela mengantre di bawah terik matahari di Alun-Alun Ponorogo demi menukarkan uang lama ke duit baru untuk Lebaran.
Kegiatan penukaran uang itu digelar Bank Indonesia (BI) Kediri, BNI, Bank BRI dan Bank Jatim. Warga harus mengantre untuk menukarkan uang yang tanpa biaya tambahan.
Asisten Manajer BI Kediri Ibnu Joseph menuturkan, penukaran uang masing-masing bank sebesar Rp 185 juta dalam pecahan Rp 2 ribu hingga paling tinggi Rp 20 ribu. Meski jumlahnya tak dibatasi, warga hanya boleh satu kali antre.
Ditambahkan, Ponorogo menjadi salah satu dari 29 daerah yang menjadi sasaran penukaran uang oleh BI Kediri. Menurutnya, BI Kediri menyiapkan uang tunai baru lebih dari Rp 4 miliar.
Setelah bumi reyog, kegiatan penukaran uang baru bergeser ke Pacitan. Tujuannya, kata Ibnu, untuk mencukupi kebutuhan uang baru bagi masyarakat menjelang Lebaran. Juga, untuk mengurangi jasa penukaran uang di jalan-jalan.
 ‘’Dengan membuka jasa penukaran uang, diharapkan masyarakat memilih menukarkan uang mereka kesini,’’ tuturnya.
Dijelaskan, saat ini perdaran uang pecahan di masyarakat tercukupi. Pun, kegiatan penukaran hanya dilakukan sekali.
‘’Kecuali jika ada permintaan khusus bahwa kebutuhan uang kecil tidak tercukupi, kami akan menyelenggarakan lagi,’’ tambahnya.
Sementara itu, warga terlihat antusias mengantre menukarkan uang baru. Supangat, 49, warga Jimbe, Jenangan rela mengantre dan berpanas ria lantaran tidak punya cukup biaya untuk penukaran di jalan.
 Dia menukarkan Rp 100 ribu ke dalam pecahan Rp 5 ribu. Menurutnya, sudah menjadi tradisi bahwa Lebaran tak lengkap tanpa membagi uang kepada sanak saudara. ‘’Daripada di jasa penukaran uang harus bayar. Ini kan tanpa biaya, hanya modal capek saja,’’ ujarnya.

Source;radarmadiun

Pria Lansia Asal Ngrayun Tewas di Sumur Sedalam 6 Meter

Penemuan mayat Ponorogo, seorang pria lansia dari Desa Baosan Kidul, Ngrayun, tercebur ke sumur hingga tewas.

Seorang pria lanjut usia ditemukan tewas tercebur ke dalam sumur yang ada di dekat rumahnya di Dukuh Bendo, Desa Baosan Kidul, Kecamatan Ngrayun, Ponorogo. Pria itu adalah Soiran, 69, warga dukuh setempat.
Seorang saksi yang juga tetangga korban, Boiman, mengatakan Soiran menghilang dari rumahnya sejak Kamis (16/6/2016) sekitar pukul 21.00 WIB. Keluarga korban juga telah mencarinya ke sejumlah tempat, tetapi tidak ketemu.
Selanjutnya, pada Jumat pagi, Boiman menemukan sandal jepit milik korban berada di pinggir sumur yang ada di pekarangan rumah. “Saat menemukan sandal di dekat sumur, saya curiga jangan-jangan korban tercebur ke sumur,” kata dia kepada polisi.
Atas kecuriagaan itu, Boiman meminta bantuan warga lain untuk menguras sumur tersebur. Setelah air sumur sudah surut, Soiran ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam genangan air sumur dengan posisi berdiri. Selanjutnya jasad korban diangkat ke atas.
Kasubag Humas Polres Ponorogo, AKP Harijadi, menuturkan berdasarkan keterangan anggota keluarga, korban saat itu sedang memperbaiki mesin pompa air yang ada di sisi atas sumur.
Diduga saat memperbaiki mesin pompa itu, korban tercebur ke sumur dengan kedalaman enam meter dengan tinggi permukaan air lima meter.
“Setelah dilakukan pemerikasaan bersama tim medis dari Puskesmas Ngrayun tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan dan selanjutnya jenazah korban langsung dimakamkan.
Source;madiunpos


Mayat Pria Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Lengkong Ponorogo

Penemuan mayat Ponorogo, warga Desa Jrakah geger ada mayat tanpa identitas di Sungai Lengkong.

Warga Desa Jrakah, Kecamatan Sambit, Ponorogo, geger lantaran seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas mengapung di Sungai Lengkong di Dukuh Talun, Desa Jrakah, Sabtu (18/6/2016), sekitar pukul 08.00 WIB.
Diduga orang tersebut terpeleset kemudian tenggelam di sungai itu.
Warga Desa Jrakah, Suratno, 30, mengaku dirinyalah yang kali pertama menemukan sosok mayat yang mengapung di Sungai Lengkong. Pada saat itu Sabtu sekitar pukul 08.00 WIB, saksi sedang mencari rumput di pekarangan dekat Sungai Lengkong.
Saat Suratno memotong pohon ketela, ia melihat kaki melintang di sungai. Karena penasaran, dia langsung mengecek dan ternyata mayat. Selanjutnya, dia melaporkan penemuan mayat itu kepada warga lain dan diteruskan ke Polsek Sambit.
“Saya sedang mencari rumput di pekarangan, saya lihat ada kaki terus lihat ternyata mayat,” kata dia kepada polisi.
Kasubag Humas Polres Ponorogo, AKP Harijadi, mengatakan mayat laki-laki yang ditemukan di sungai Lengkong berusia sekitar 45 tahun. Tidak ada identitas ditemukan di tubuh mayat itu, selain itu warga sekitar juga tidak mengetahui siapa mayat tersebut.
“Saat ditemukan, mayat itu mengapung di sungai dengan tidak mengenakan pakaian. Ciri-ciranya kuku tangan panjang dan rambut tidak beraturan. Dimungkinkan itu orang gila atau gelandangan,”
Lebih lanjut, berdasarkan keterangan saksi dan melihat kondisi mayat itu, polisi menyimpulkan korban diduga terpeleset saat mandi di Ssungai Lengkong. Jenazah korban dikirim ke RSUD dr Harjono untuk diautopsi.

Source;madiunpos

Hendak Ketabrak Motor, Kakek 80 Tahun Spontan Ayunkan Celurit, Crakk, Pengendara Tumbang

Hendak Ketabrak Motor, Kakek 80 Tahun Spontan Ayunkan Celurit, Crakk, Pengendara Tumbang


Mugiman (80), kakek yang tinggal di Dusun Malangsari,  Desa Kebunrejo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian. Dia diduga melakukan penganiayaan terhadap pengendara motor bernama Murto (45), tetangganya.

“Korban naik sepeda motor nyaris menabrak tersangka. Secara spontan Si Mbah mengayunkan celuritnya sampai melukai korban di bagian rahang dengan 10 jahitan,” jelas Kapolres Banyuwangi AKBP Budi Mulyanto.

Kapolres menyayangkan karena sebenarnya kasus ini didorong masalah sepele. Usia pelaku yang telah renta diduga menjadi pemicu sehingga kurang bisa mengontrol diri.

“Pola pikir manula seiring usianya yang tambah lanjut akan seperti anak kecil. Sebab itu orang dekatnya supaya lebih memperhatikan. Meskipun usianya sudah senja karena melanggar hukum pidana perkaranya tetap kita proses,” kata Kapolres.

Atas tindakannya, kakek ini dijerat aparat Polres Banyuwangi dengan pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Akibatnya, kini puasa Ramadan tidak bisa lagi dijalani Mugiman di kediamannya. Selain itu, hari raya Idul Fitri 1437 H juga dipastikan akan dirayakan bersama rekan di dalam tahanan

Source;beritajatim

Terburu-buru Pulang Karena Mau Berbuka Puasa, Khoirulil Abrori Batal Buka Puasa Karena Dia Tewas Mengalami Kecelakaan

Terburu-buru Pulang Karena Mau Berbuka Puasa, Khoirulil Abrori Batal Buka Puasa Karena Dia Tewas Mengalami Kecelakaan

Khoirulil Abrori (20) Mahasiswa Universitas Trunojoyo (UTM) Bangkalan asal Jalan Bahagia, Kelurahan Rongtengah Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, batal melakukan buka puasa Ramadan. Dia tewas karena mengalami kecelakaan di jalan raya Gunung Gigir, Kecamatan Blega, Kabupatan Bangkalan.

Informasi yang dihimpun, korban sebelumnya hendak pulang kuliah, tepat di jalan raya Gunung Girir, terlibat kecelakaan dengan sepeda motor yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya. Warga yang mengetahui adanya laka tersebut langsung melarikan korban ke Puskesmas Blega untuk mendapatkan perawatan medis. Sayangnya nyawa pemuda naas itu tidak tertolong dan akhirnya meninggal dunia.

"Mungkin terburu-buru pulang karena mau berbuka puasa, sehingga terlibat laka dengan kendaraan lain," tutur Ghofir (52) salah warga yang ditemui di lokasi laka. Jum'at (10/6/2016),

Sementara itu salah seorang petugas Puskesmas bernama Hamid yang dikonfirmasi mengakui adanya laka tersebut, korban tidak tertolong karena mengalami luka berat pada bagian kepala.

"Korban tidak tertolong, kemudian dipulangkan ke rumah duka untuk dikebumikan," ujar nya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Blega, Kapolsek Blega AKP Hartanta yang dihubungi nomer handphone pribadinya tidak kunjung mendapat jawaban.

Source;beritajatim

29 Ekor Paus Terdampar Di Perairan Desa Pesisir Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo

29 Ekor Paus Terdampar Di Perairan Desa Pesisir Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo

Sebanyak 29 ekor paus terdampar di perairan Desa Pesisir Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (15/6/2016).



 Diduga hal itu disebabkan perubahan suhu laut. Warga, pemerintah setempat dan organisasi perlindungan satwa melakukan upaya untuk menyelamatkan mereka.
Paus yang terdampar itu tidak membahayakan manusia karena bukan paus buas,
sehingga nelayan yang melakukan evaluasi tak perlu dicemaskan, kata Pak Wahid (Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan)
(Foto: Fakultas Kehutanan UGM dan JAAN + A Faisal kompas)

Source;komunitas orang jawa timur

Cinta Ditolak, Nuriyanto Cangkul Pantat dan Kaki Pak Modin

Cinta Ditolak, Nuriyanto Cangkul Pantat dan Kaki Pak Modin



Pantat dan kaki kiri Darman (53) luka akibat sabetan pacul Nuriyanto (27) yang sakit hati karena cintanya ditolak anak gadis Darman.
Darman adalah modin Desa Dagangan, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Kapolsek Parengan, Tuban, Kursin mengatakan penganiayaan yang dialami Darman terjadi menjelang sahur pada Minggu (12/6/2016) sekitar pukul 02.15 WIB.
Saat itu Nuriyanto datang ke rumah Darman dan mendobrak pintu rumah menggunakan cangkul. Pelaku mencari Darman lalu mengayunkan cangkul ke kaki dan pantat Darman.
Akibatnya, luka di kaki dan pantat Darman harus dijahit. Darman juga mengalami memar di sejumlah anggota tubuhnya.
Warga dan keluarga melarikan Darman dilarikan ke Rumah Sakit Ibnu Sina Kabupaten Bojonegoro. Hingga sore ini korban masih mendapatkan perawatan karena sabetan cangkul cukup dalam
Sedangkan Nuriyanto ditangkap anggota Polsek Parengan setelah menganiaya Darman. Ia dikurung di dalam jeruji besi Polsek Parengan.
Dari hasil pemeriksaan sementara, Kusrin menyimpulkan Nuriyanto diduga mengidap penyakit gangguan jiwa. Setahun lalu pelaku mencintai anak Darman.
Lantaran diduga mengalami gangguan jiwa, Darman menolak Nuriyanto berhubungan dengan anaknya. Sekitar dua bulan lalu, Darman menikahkan putrinya dengan pria lain.
“Hasil penyidikan sementara, penganiayaan dipicu kecemburuan.
 Dia sakit hati kepada korban yang melarang anaknya berhubungan dengan pelaku. Setelah melihat anak korban nikah dengan pria lain, pelaku nekat berbuat pengainiayaan,” terang Kursin.
Penyidik Polsek Parengan akan membawa Nuriyanto ke Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya untuk memeriksakan kejiwaannya pada Senin, (13/6/2016)



Kisah Unik Mengenai Monyet Yang Mencuri Kamera Gopro

Kisah Unik Mengenai Monyet Yang Mencuri Kamera Gopro


Monyet yang usil ditemukan duduk disebuah pohon sambil memegang kamera GoPro. Tak kalah dengan manusia, mereka juga melakukan self-portrait photograph (selfi).
Monyet jenis capuchins berbulu putih bagian wajah ini terlihat bergelantungan di Taman Manuel Antonia National, Kosta Rika.
 Kemudian mereka menemukan kamera. Salah satu monyet yang melihat ini tampaknya memiliki keingintahuan yang besar. Dia berusaha mengambil dan menunjukkan ke teman-temannya. Namun saat memegang kamera ini, justru polah mereka terekam.
GoPro tersebut merupakan milik seorang murid bernama Cole Weber, 18. Dia sengaja meninggalkan GoPro itu di sebuah pohon untuk mendapatkan momen khusus.
“Ada sekitar 10-11 monyet yang sedang tidur, bermain dan makan di dekat lokasi saat itu. Saya meletakkan GoProd di pohon, berharap salah satu dari mereka mendekat dan mendapat video yang bagus.
Saya tak berpikir mereka akan mengambilnya. Ketika saya melihat mereka mengambilnya, saya ingin mengejar tetapi takut mereka akan masuk ke dalam hutan dan saya takut tidak dapat kembali.
 Namun ketika menyadari kamera ini tidak memiliki rasa yang enak, mereka lelah dan menjatuhkannya,” kata dia seperti dikutip dari Mirror,Minggu (12/6/2016)
Lebih lanjut, dia mengatakan setelah melihat kameranya dijatuhkan, dia berusaha meraihnya.
“Saya berusaha akan merebut kembali, tetapi monyet lain datang dan mengambilnya.  Lalu memanjat tinggi. Dia tidak membawanya lama, karena kamera ini dibuang setelah mereka memastikan tak ada yang istimewa dari kamera ini.
Kebetulan GoPro saya terkoneksi dengan ponsel, jadi saya dapat menyaksikan semuanya melalui telepon. Saat saya memperlihatkan hal itu pada orang lain, mereka mengatakan video saya mengesankan. Mereka berkomentar saya beruntung memimiliki rekaman itu,” terangnya.

Source;madiunpos